30
Agu
Oleh samrin pada 1. 1 Komentar

“ munculnya wacana kepemimpinan muda membuat sebagain politisi tua was-was dan harap cemas. Pasalnya secara tidak langsung merupakan early wearning bagi mereka, bahwa langkahnya menuju kursi kepemimpinan nasional 2009 bisa terganjal”
Pemilu 2009 memang masih menunggu waktu beberapa bulan lagi. Namun, suhu politik mulai menampakan tensinya. Terlebih pasca Lanjutkan membaca
21
Jul
Oleh samrin pada 1. Tinggalkan sebuah Komentar
Kebijakan pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji, awalanya merupakan upaya pemerintah mencari solusi atas kenaikan haraga minyak mentah dunia. namun, apa daya konversi tersebut justeru menimbulkan masalah baru yaitu kelangkaan elpiji yang berujung pada kenaikan harga elpiji.
Mendengar ataupun melihat slogan “menyelesaikan masalah tanpa masalah” pastilah mata dan telinga kita tertuju pada sebuah nama yaitu pegadaian. Slogan tersbut merupakan ‘ruh’ bahwasanya kehadirannya mampu memberikan penyelesaian secara tuntas terhadap permasalah ekonomi tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan ulah para eksekutif, maupun legislatif kita dalam menelurkan sebuah kebijakan, dimana kebijakan yang dibuat tak jarang hanya menimbulkan masalah baru. Istilahnya, menyelesaikan maaslah dengan masalah.
Kesan inilah yang muncul tatkala pemerintah melakukan kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji. Pemerintah bisa dikatakan mebuat langkah ‘blunder’ dan cenderung tidak antisipatif. Pasalnya dengan adanya konversi berarti secara tidak langsung masyarakat dijadikan sebagai masyarakat konsumtif akan elpiji. Masyarakat yang dulunya mengkonsumsi minyak tanah, berbondong-bondong beralih ke elpiji .apalagi dengan berbagai iming-iming pemerintah mulai dari harga yang murah, irit dan sebagainya. Kontan permintaan akan elpiji pun naik.. padahal disisi lain elpiji yang berbahan dasar gas merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya terbatas. Ketimpangan antara permintaan dan penawaran (baca: ketersediaan elpiji) yang menyebabkan dan selalu menjadi masalah utama dalam ilmu ekonomi yaitu kelangkaan Lanjutkan membaca
21
Jul
Oleh samrin pada Berita terbaru. Tinggalkan sebuah Komentar
Rencana pertamina menikan harga elpiji khususnya untuk ukuran 12 kg sebesar 17,6 % atau naik dari Rp 51.000, menjadi Rp 60.000 per tabung, Tentu akan menuai pro dan kontra dimasyarakat. Namun yang patut dinanti adalah adakah kompensasi laiknya kenaikan harga BBM? Sewajarnyalah kita berharap akan adanya BLT dan BKM jilid 2
Sebagai bentuk kompensasi kenaikan dan pengalihan subsidi BBM, pemerintah menggulirkan program bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan khusus mahasiswa (BKM) untuk masyarakat dan mahasiswa kurang mampu. Besarnya masing-masing adalah Rp 300.000 per 3 bulan untuk BLT dan 500.000 persemester untuk BKM. langkah yang dinilai pemerintah sebagai langkah paling manusiawi dan efektif sebagai dampak kenaikan harga BBM.
Jika kenaikan elpiji benar-benar terjadi, maka satu hal yang perlu dtunggu adalah kompensasi apa yang akan diberikan pemerintah. Lanjutkan membaca
25
Apr
Oleh samrin pada 1. Tinggalkan sebuah Komentar
sore itu sehabis maghrib, tepatnya selesai sholat aku langsung keluar pintu masjid. kulangkahkan kaki menuju ke kostku dengan sanntai, tangan diayunkan kesamping kanan kiri. mata tertuju pada langit dimana bulan mulai menampakan wajahnya. kuhirup udara yang mulkai m,enusuk kedinginan di sore itu tepatnya petang. Lanjutkan membaca
24
Apr
Oleh samrin pada 1. Tinggalkan sebuah Komentar
saya sering menjumpai teman-teman kuliahan yang ngebet banget pengin nikah. mulai dari yang katanya menunuaikan separoh agama atau sampai yang hanya sekadar menuruti hawa nafsu. atau bahkan mungkin yang menjadikan keduanya sebagai alasan. Lanjutkan membaca
Komentar Terakhir